<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ASafrisno Note</title>
	<atom:link href="http://asafrisno.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asafrisno.wordpress.com</link>
	<description>Note merupakan catatan penting dan bermanfaat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2009 08:24:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asafrisno.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/100ea5cf502657387dbd0581a0bf38ed?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>ASafrisno Note</title>
		<link>http://asafrisno.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asafrisno.wordpress.com/osd.xml" title="ASafrisno Note" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asafrisno.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>“ITAKONA METHOD” dan “MANAGEMENT BY COLLECTIVE WISDOM”</title>
		<link>http://asafrisno.wordpress.com/2009/03/24/%e2%80%9citakona-method%e2%80%9d-dan-%e2%80%9cmanagement-by-collective-wisdom%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://asafrisno.wordpress.com/2009/03/24/%e2%80%9citakona-method%e2%80%9d-dan-%e2%80%9cmanagement-by-collective-wisdom%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klaraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asafrisno.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[29 Januari 2009   Dalam pengumuman policy 2009 oleh Management pusat Panasonic Corporation Jepang (sebelumnya Matshusita Electric) pada tanggal 10 Januari 2009 di Osaka, Jepang banyak hal penting yang disampaikan, baik oleh Fumio Ohtsubo  sebagai President, Kunio Nakamura sebagai Chairman of The Board dan juga oleh Yoshida sebagai wakil dari karyawan.   Detail penyampaian oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=41&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">29 Januari 2009</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Dalam pengumuman policy 2009 oleh Management pusat Panasonic Corporation Jepang (sebelumnya Matshusita Electric) pada tanggal 10 Januari 2009 di Osaka, Jepang banyak hal penting yang disampaikan, baik oleh Fumio Ohtsubo<span>  </span>sebagai President, Kunio Nakamura sebagai Chairman of The Board dan juga oleh Yoshida sebagai wakil dari karyawan.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Detail penyampaian oleh <span> </span>Mr. Ohtsubo bisa dilihat di website resmi Panasonic Corporation (http://panasonic.net), namun dalam kesempatan ini saya hanya ingin menyampaikan dan mengulas 2 poin saja, yang mungkin bisa dijadikan satu masukan atau pembahasan<span>  </span>kita bersama yaitu :</p>
<ol type="a">
<li class="MsoNormal">ITAKONA METHOD</li>
<li class="MsoNormal">MANAGEMENT BY COLLECTIVE      WISDOM</li>
</ol>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Hal ini saya sampaikan karena dalam kondisi bisnis global yang sedang tidak menentu dalam kurun waktu beberapa bulan ini dan mungkin masih akan berkembang ditahun 2009, dibutuhkan satu ‘ketegaran’ dan ‘lompatan’ dalam cara berpikir dan bekerja yang lebih efficient , effective dan innovative sehingga kita bisa survive / bertahan dalam menghadapi tantangan badai yang sedang menghadang, karena perusahaan-perusahaan raksasapun pada kenyataannya juga terkena imbasnya. GENERAL MOTOR dan AIG keteteran dalam bisnisnya, SONY dan SAMSUNG juga mengumumkan kerugian dalam perhitungan laba rugi tahun fiskal 2008 dan sepertinya PANASONIC (secara global) sendiripun masih belum bisa memastikan bisa membukukan profit di tahun 2008/2009.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Melihat kondisi yang sedemikian ‘mencemaskan’ inilah saya coba membuat satu masukan buat kita semua dan juga pengalaman sejarah 1997 yang lalu, bahwa kita (PGI) masih bisa bertahan, yang mungkin bisa dijadikan satu acuan dalam berkarya yang lebih innovative di tahun 2009 ini.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><strong>ITAKONA METHOD</strong></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Seperti yang disampaikan oleh Mr. Othsubo dalam pidatonya perihal orientasi produksi (Manufacturing-oriented) dan lebih lanjut dalam pengetatan biaya yang kompetitif (strengthening cost competitive) agar supaya semua orang Panasonic dalam menjalankan semua aktivitasnya tidak terkecuali staff maupun pimpinan harus mengaplikasikan ITAKONA.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Sekarang kita jabarkan apa itu “Itakona”. Itakona merupakan bahasa Jepang yang sebenarnya terdiri dari dua kata yaitu ITA yang berarti piring / pelat (plate-Inggris) dan KONA yang berarti bedak / bubuk (powders-Inggris). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Itakona dapat diartikan menganalisa biaya (cost) secara detail dalam rangka memusatkan penurunan biaya (cost reduction) secara luas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Didalam pabrikan (manufacture) ITAKONA ini dapat dimaksudkan bahwa cost-down dalam pembuatan product lebih fokus pada bahan-bahan baku yang berasal dari pelat (besi) dan bubuk plastik, baik secara jumlah maupun bentuk sehingga diharapkan bisa menurunkan biaya produksinya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Didalam memproduksi suatu produk, pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa atau membuat detail materialnya (cost), kemudian dipilah item mana saja yang terbuat dari besi dan plastik, baru diputuskan item mana saja yang bisa dikurangi bahkan dihilangkan akan tetapi tidak mengurangi fungsinya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sebagai contoh dalam membuat remote AC, seperti yang kita lihat, bahwa dulu dibutuhkan baut besi sampai dengan 4 buah, dalam perkembangannya dikurangi hingga tinggal 2 buah dan bahkan dihilangkan bautnya karena dirasa cukup dengan model jepit di covernya. </span><span lang="FI">Dari bentuk, yang dulunya besar sehingga butuh bahan yang lebih banyak, sekarang ini lebih kecil dan tentunya bahannyapun lebih sedikit, tapi tetap bisa digunakan sesuai fungsinya yaitu sebagai remote control. Itulah maksud Itakona dalam pabrikan atau manufacture, sehingga dapat diperoleh harga yang kompetitif.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Tentunya akan berbeda penterjemahannya apabila diterapkan di bagian-bagian selain produksi. Sesuai maknanya yaitu analisa biaya secara detail, semua biaya yang timbul baik itu biaya penjualan, biaya administrasi dan biaya-biaya lainnya harus lebih fokus dianalisa sampai ke detail itemnya, sehingga bisa ditemukan apakah masih bisa dilakukan pengurangan (reducing) sehingga diperoleh biaya yang efesien dan efective (theoritical cost).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Dalam penerapannya Mr. Ohtsubo menyampaikan agar dilakukan dengan kebijaksanaan secara bersama (collective wisdom), agar tidak melebihi batas-batas fungsi pekerjaannya dan akan selalu bekerja sama untuk mencapai satu teori biaya yang terdekat.</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Mr. Ohtsubo juga menambahkan bahwa dalam berbisnis baik pimpinan tertinggi sampai dengan karyawan harus mengunjungi, melihat dan menempatkan diri diposisi terdepan dan mendengarkan suara pekerja ditempatnya.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>”<em>The company will make use of<strong><span style="text-decoration:underline;"> the collective wisdom</span></strong> beyond borders across job functions, and will work together to get closer to attainable <strong><span style="text-decoration:underline;">theoretical costs</span></strong></em><span>. </span><em>All Panasonic people, from the top to the employees <strong><span style="text-decoration:underline;">should visit, see and put themselves</span></strong> in the front line of business and<strong><span style="text-decoration:underline;"> listen</span></strong> to the workers on-site</em><span>.”</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><strong>COLLECTIVE WISDOM</strong></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Didalam arti kata collective wisdom bisa diartikan sebagai kebijaksanaan secara bersama-sama, namun didalam ilmu manajemen, collective wisdom mempunyai arti yang sangat mendalam dan tinggi nilainya.<span>  </span>Bahkan seorang Professor didalam Managemen Strategis dari London South  Bank University, Dr. Bruce Lloyd menyampaikan bahwa “kebijaksanaan <span> </span>sangat dipertimbangkan menjadi bentuk tertinggi dari pengetahuan – <em>Wisdom is considered to be the highest form of knowledge</em>”.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Apabila dilihat dari urutannya adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal">DATA <span lang="SV"><span>à</span></span> INFORMASI <span lang="SV"><span>à</span></span> PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) <span lang="SV"><span>à</span></span> KEBIJAKSANAAN (WISDOM).</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Kebijaksanaan tidak bisa dipelajari secara terstruktur seperti kita sekolah atau kursus, akan tetapi kebijaksanaan didapat dari pembelajaran secara terus menerus dari sejarah yang telah lalu sehingga kita dapat melakukan tindakan yang tepat untuk menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak terkait untuk waktu yang lebih panjang.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Kebijaksanaan bisa juga diartikan sebagai kendaraan bagi kita untuk menyatukan nilai-nilai yang ada di dalam proses pengambilan keputusan.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Untuk bisa lebih memahami arti kata bijaksana (wisdom) mungkin bisa dibaca dari beberapa pernyataan sebagai berikut :</p>
<p><em><span>“Data is not information. Information is not knowledge. Knowledge is not understanding. Understanding is not Wisdom.” (Anon)</span></em></p>
<p><em><span>“ The Function of Wisdom is to discriminate between good and evil”<br />
(Marcus Tullius Cicero)</span></em></p>
<p><em><span>&#8220;Wisdom is the right use of knowledge. To know is not to be wise. Many people know a great deal, and are all the greater fools for it. There is no fool so great a fool as a knowing fool. But to know how to use knowledge is to have wisdom.&#8221;<br />
(Charles H. Spurgeon)</span></em></p>
<p><em><span>“Wisdom is the power that enables us to use our knowledge for the benefit of ourselves and others.”(Thomas J. Watson)</span></em></p>
<p><em><span>“The more knowledge we have the more wisdom we need to ensure that it is used well.”<br />
(Anon)</span></em></p>
<p><em><span>&#8220;Those who are arrogant with their wisdom are not wise.&#8221; </span></em><em><span lang="SV">(Anon)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Atau bisa dibaca dalam tulisan detailnya di :</span></p>
<p><span class="font141"><span><a href="http://www.collectivewisdominitiative.org/papers/lloyd_wisdom.htm"><span lang="SV">http://www.collectivewisdominitiative.org/papers/lloyd_wisdom.htm</span></a></span></span><span class="font141"><span lang="SV"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Marcus Goncalves seorang pendiri dan presiden dari Marcus Goncalves Consultant yang bermarkas di Metrowest Boston menyatakan :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Collective Wisdom bisa dijadikan sebagai alat yang sangat effective dalam memecahkan masalah berkurangnya pengetahuan (knowledge deficit) atau kurang dimanfaatkannya pengetahuan yang dimiliki organisasi. Tidak melihat bahwa anda adalah organisasi yang kecil, sedang ataupun besar, jika tidak bisa memanfaatkan secara maksimal dan bersama-sama pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut, anda mungkin akan kehilangan kesempatan pendapatan yang cukup besar. Dalam studi yang dilakukan oleh Delphi Group, baru kurang lebih 20% dari pengetahuan yang dimiliki perusahaan-perusahaan yang secara actual dipakai. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Didalam beberapa studi untuk meningkatkan nilai-nilai pengetahuan yang menurun dibutuhkan suatu bentuk pertemuan / rapat yang strategis (meeting strategy) atau sesi-sesi pencerahan (brainstorming session) ysng lebih intensif, dimana semua anggota organisasi / karyawan bisa dengan bebas menyampaikan ide-ide cemerlang mereka untuk mengatasi kondisi yang sedang dihadapi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bentuk rapat-rapat (meeting) yang effective inilah yang bisa dijadikan alat paling jitu dalam penerapan strategi collective wisdom, sehingga bisa mengisi kekurangan pengetahuan dari organisasi. Meeting yang dilakukan bisa dibuat dalam bentuk yang lebih specifik seperti pemberdayaan karyawan, membuat konsep-konsep baru didalam product dan service, strategi penjualan yang jitu, penurunan biaya (cost down)<span>  </span>dan lain-lain. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ide utamanya adalah menjadikan pengetahuan bersama (collective knowledge) yang dimiliki oleh semua anggota organisasi menjadi satu kesatuan memori dan dijadikan sebagai harta / asset dari organisasi / perusahaan yang akan selalu dibawa dan dijaga. Sangat disayangkan dan kadang tidak disadari oleh perusahaan (manajemen) bahwa kebanyakan isi pengetahuan yang dimiliki seringkali hilang begitu saja saat karyawan keluar<span>  </span>(resigned) walau kadang sudah disimpan tetap akan membentuk satu penurunan dalam pengetahuan organisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Perlu ditambahkan bahwa sebagus apapun perencanaan dan strategi meeting yang dimiliki, belum bisa menjawab penerapan managemen dengan collective wisdom apabila belum bisa memecahkan isu-isu didalam komunikasi seperti :</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Komitmen dari manajemen dalam membentuk satu      komunikasi dalam perubahan (yang membentuk jurang pemisah) dan inovasi      (sebagai jembatan penghubung).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Komunikasi yang effective dalam kebijaksanaan      bersama (collective wisdom) diantara      direksi, manager, staff dan semua anggota organisasi sebagai satu kesatuan      yang utuh.</span></li>
<li class="MsoNormal">Membentuk satu komunikasi      collective wisdom untuk internal dan external customer.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Dari apa yang telah saya paparkan diatas, saya mencoba menyimpulkan sebagai implementasi kebijakan yang telah disampaikan oleh Mr. Fumio Ohtsubo sebagai President Panasonic Corporation dan tak lupa motivasi pantang menyerah dan jangan banyak mengeluh dalam menghadapi tantangan yang selalu disampaikan oleh Bapak Rahmat Gobel sebagai Presiden Komisaris dari PT. Panasonic Gobel Indonesia (PGI), bahwa kita sebagai karyawan PT. PGI khususnya dan juga anggota dari Panasonic Corporation :</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Menerapkan Itakona sebagai      satu cara untuk menjawab krisis global yang sedang dihadapi, sehingga kita      bisa bekerja lebih effective dan efficient.</li>
<li class="MsoNormal">Collective Wisdom sebagai      satu wacana baru bagi kita semua untuk menyampaikan ide-ide gemilang untuk      menjawab tantangan dan memposisikan kita sebagai asset dari perusahaan.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Demikian apa yang bisa saya sampaikan sebagai bahan sharing / masukan bagi kita semua, bahwa kondisi sekarang harus kita jawab dengan satu motivasi yang tinggi dan melihat pengalaman yang lalu bahwa kita bisa dan mampu untuk melewatinya.<span>  </span></p>
<br />Posted in Tak Berkategori  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asafrisno.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asafrisno.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asafrisno.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asafrisno.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asafrisno.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asafrisno.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asafrisno.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asafrisno.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asafrisno.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asafrisno.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asafrisno.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asafrisno.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asafrisno.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asafrisno.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=41&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asafrisno.wordpress.com/2009/03/24/%e2%80%9citakona-method%e2%80%9d-dan-%e2%80%9cmanagement-by-collective-wisdom%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d139566b2ed2337f29e3c8188584d51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">klaraz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Kita Harus Mencatat atau Menulis ?</title>
		<link>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/kenapa-kita-harus-mencatat-atau-menulis/</link>
		<comments>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/kenapa-kita-harus-mencatat-atau-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 09:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klaraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asafrisno.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita lihat diri kita, kadang kita bertanya “Siapa sih saya ini ?”, “Apa saja kemampuan yang saya miliki?”, dan “Sudah sejauh mana kita pergunakan kemampuan kita?” dimana semuanya itu kadang kita sendiri bingung untuk menjawabnya.  Saya sendiri merasakan bahwa pertanyaan-pertanyaan itu sepertinya gampang-gampang susah untuk menjawabnya, sehingga saya mencoba mengidentifikasi jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=35&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Kalau kita lihat diri kita, kadang kita bertanya “Siapa sih saya ini ?”, “Apa saja kemampuan yang saya miliki?”, dan “Sudah sejauh mana kita pergunakan kemampuan kita?” dimana semuanya itu kadang kita sendiri bingung untuk menjawabnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saya sendiri merasakan bahwa pertanyaan-pertanyaan itu sepertinya gampang-gampang susah untuk menjawabnya, sehingga saya mencoba mengidentifikasi jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tentunya identifikasi tersebut harus kita catat alias ditulis karena apabila tidak ditulis tentunya kita bisa lupa atau tercecer dimana-mana, karena sebenarnya kita tahu bahwa kapasitas memori kita atau otak kita sangatlah terbatas. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dari catatan-catatan itulah baru kita bisa pahami dan menjawab setiap pertanyaan di atas. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Disisi lain, saat kita habis membaca suatu artikel, koran, buku bahkan browsing di internet, sering kejadiannya adalah sehabis baca kita melupakan bahan bacaan tersebut, lagi-lagi karena memang kapasitas memori kita yang memang terbatas. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sebagai tambahan acuan Asma Nadia (dalam blognya : <a href="http://anadia.multiply.com/">http://anadia.multiply.com</a>) menulis lima alasan kenapa kita harus menulis (resensi), yaitu :</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Sebagai upaya mengikat makna.      Dengan menulis kamu mengikat apa yang kamu baca. Dengan mengikatnya maka      kamu tidak akan cepat lupa pada hal2 yang mungkin baik yang ada di buku      itu.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menulis resensi juga      merupakan latihan yang baik untuk mengapresiasi sebuah tulisan, dengan      elemen-elemennya. Resensi tentu saja bukan sekumpulan pujian terhadap satu      buku. Resensi boleh saja merupakan deretan kritikanterhadap buku itu.      Sah-sah saja. Tapi dengan meresensinya maka kamu akan memikirkan baik      buruknya buku yang kamu baca, dengan lebih dalam. Yang pada berikutnya      akan memberimu masukan secara pribadi, kekurangan2 penulis yang tidak      boleh dibiarkan ada pada tulisanmu nanti, maupun mencoba mengambil kelebihan2      si penulis, agar juga menjadi milikmu. Khususnya jika kamu ingin menjadi      seorang penulis.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menulis resensi seperti juga      diary, surat      pembaca, atau blogging, merupakan latihan yang sangat baik untuk menulis.      Dengan menulis resensi kamu belajar mengungkapkan gagasan dengan lebih      baik.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menulis resensi, juga      membantumu mengingat buku-buku apa yang telah kamu baca. Daripada sekadar      membaca, toh kamu sudah membeli buku itu, kenapa tidak sekalian menulis      apa kesanmu, apa yang bisa kamu ambil, apa protesmu tentang buku itu. Ini      bisa jadi cara baik untuk mengajak temanmu yang lain membaca. Apalagi      kalau diam-diam kamu punya koleksi resensi dari semua buku yang kamu baca.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menulis resensi juga bisa      pembelajaran untuk bernalar dalam mentranskripsi teks yang sangat luas ke      dalam teks lebih ringkas dengan mengembangkan analisis prioritas terhadap      teks yang akan diresensi. Dengan demikian, kecerdasan otak kanan juga      lebih terasah.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p><span>Semoga bermanfaat !!!</p>
<p></span></p>
<br />Posted in Motivasi Menulis  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asafrisno.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asafrisno.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asafrisno.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asafrisno.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asafrisno.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asafrisno.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asafrisno.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asafrisno.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asafrisno.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asafrisno.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asafrisno.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asafrisno.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asafrisno.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asafrisno.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=35&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/kenapa-kita-harus-mencatat-atau-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d139566b2ed2337f29e3c8188584d51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">klaraz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Menulis bisa membuatmu kaya ?</title>
		<link>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/apakah-menulis-bisa-membuatmu-kaya/</link>
		<comments>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/apakah-menulis-bisa-membuatmu-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 07:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klaraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asafrisno.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[  Jika pertanyaan itu diajukan ke hadapan seorang Ikal a.k.a. Andrea Hirata si Laskar Pelangi atau Kang Abik a.k.a. Habiburahman el-Shirazy si Ayat-Ayat Cinta (AAC), tentu jawabnya seperti Pak SBY-JK bilang: Bisa! Andrea Hirata Kang Abik   Bagaimana tidak? Keduanya sudah mendulang rupiah dari royalti buku-buku — hasil kerja kreatif tangan dan otak mereka — yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=26&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<p class="MsoNormal"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-28" title="andrea-hirata" src="http://asafrisno.files.wordpress.com/2008/12/andrea-hirata.gif?w=48&#038;h=96" alt="andrea-hirata" width="48" height="96" /></p>
</td>
<td>
<p class="MsoNormal"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-29" title="kang-abik-002" src="http://asafrisno.files.wordpress.com/2008/12/kang-abik-002.jpg?w=72&#038;h=96" alt="kang-abik-002" width="72" height="96" /></p>
</td>
<td>
<p class="MsoNormal">Jika pertanyaan itu diajukan ke hadapan seorang Ikal   a.k.a. Andrea Hirata si Laskar Pelangi atau Kang Abik a.k.a. Habiburahman   el-Shirazy si Ayat-Ayat Cinta (AAC), tentu jawabnya seperti Pak SBY-JK   bilang: <em>Bisa</em>!</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p class="MsoNormal">Andrea Hirata</p>
</td>
<td>
<p class="MsoNormal">Kang Abik</p>
</td>
<td>
<p class="MsoNormal"> </p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span>Bagaimana tidak? Keduanya sudah mendulang rupiah dari royalti buku-buku — hasil kerja kreatif tangan dan otak mereka — yang jumlahnya bisa untuk membeli 10 rumah baru di perumahan pinggir kota Surabaya (hitung sendiri, berapa coba?). Jika royalti Kang Abik dari film AAC-nya 10% saja dari biaya produksinya yang 10 milyar, maka itu berarti 1 milyar. Dan itu uang sungguhan semua bentuknya.</span><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tetapi jika pertanyaan itu saya yang harus jawab, saya akan bilang:</span><span> <em>Kenapa tidak</em></span><span>? Sebuah jawaban yang aman, bukan? — alias jawaban yang</span><span> <em>ngambang</em></span><span>, penuh ketidakpercayaan diri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Bukannya apa. Ada yang lebih mulia untuk menjadi motivator kita agar semangat menulis dibandingkan gelimang uang. Karena itu, buat saya, uang atau harta hanyalah “akibat” yang “terpaksa” kita terima karena hasil karya kita. Tetapi terlalu naiflah kalau kita menghasilkan karya</span><span> <em>hanya</em> </span><span>demi uang, meski itu sah-sah saja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kang Abik pun tak pernah membayangkan AAC bakal meledak di pasaran. Novel pembangun jiwa itu</span><span> </span><span><a href="http://bahtiarhs.blog.telkomspeedy.com/2008/12/13/pelajaran-menghargai-karya-ala-kang-abik/"><span>dibuatnya ketika ia sakit</span></a></span><span> </span><span>sebulan lebih setelah mengalami kecelakaan di Semarang, sepulang dari Al-Azhar, Kairo. Novel itu adalah</span><span> <em>mahar</em></span><span>-nya yang bisa ia berikan pada calon istrinya ketika ia memutuskan menikah. Sebuah mahar yang nilai intrinsiknya menembus batas langit dibandingkan nilai nominalnya, yang ternyata begitu berkah, hingga sampai detik ini pun masih memberinya kiriman royalti setiap tiga bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Andrea pun demikian. Ia tak pernah berniat melepaskan Laskar Pelanginya untuk diterbitkan. Ia hanya berniat menghadiahkan cerita itu pada Guru SD yang dipujanya, Bu Muslimah, sebagaimana janjinya yang pernah ia ucapkan dalam hati ketika menyaksikan Bunda Gurunya itu tetap datang berpayung daun pisang ketika hujan deras mengubah kelasnya menjadi kandang kambing nan becek suatu kali saat ia duduk di kelas tiga. Justru salah satu teman Laskar Pelangi-nyalah yang menyetorkan naskah yang masih berbentuk draft itu ke penerbit Bentang Pustaka, secara diam-diam tanpa sepengetahuannya, dan ternyata</span><span> <em>booming</em> </span><span>itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Baik Kang Abik maupun Ikal tak pernah merencanakan meraup kekayaan dari hasil karya tulisnya. Karena itu, kekayaan yang datang kemudian dari buah karyanya itu, bagi saya, adalah “akibat” yang “terpaksa” harus mereka terima.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ada</span><span> sebuah kekayaan yang bisa kita dapatkan dari menulis, yang itu</span><span> <em>lebih dahsyat</em> </span><span>dari kaya harta. Apa itu? Itulah:</span><span> <em>kaya hati</em></span><span>. Dalam istilah</span><span> </span><span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/James_W._Pennebaker"><span>James W. Pennebeker</span></a>, ini ia sebut “Opening Up”; seperti membuka sesuatu dalam arti yang positif. Menulis, katanya, bisa membuang trauma, memperbaiki kondisi psikologis kita, yang memberikan kita rasa lebih nyaman dan lega. Kita akan menjadi pribadi yang tak gampang men-</span><em><span>judge</span></em><span> </span><span>dan menghakimi orang lain. Kita akan berkembang menjadi orang yang bisa menerima pendapat orang lain ataupun menilai orang lain secara proporsional. Bukankah ini adalah sebuah kekayaan hati yang tiada taranya?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Apakah guna sekampul uang emas tetapi hati sekeras batu? Ya, ini perumpamaan yang terlalu ekstrem, sih. Tetapi, bukankah memang demikian? Kita kadang terlalu memburu sesuatu — yang mungkin agak mustahil untuk diburu — sementara yang gampang dan ada di hadapan dilepaskan. Seperti kata pepatah,</span><span> <em>ingin memburu elang di langit, punai di tangan dilepaskan</em></span><span>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saya tidak mengelak bahwa banyak juga penulis yang mengandalkan kepandaiannya menulis untuk mendapatkan selembar rupiah. Istilahnya, menulis sebagai</span><span> <em>mata pencaharian</em></span><span>. Tetapi alangkah lebih eloknya jika motivasi itu sedikit digeser, sedikit saja, dari sekedar niat untuk mendapatkan materi, menjadi niat menyebarkan ilmu, membebaskan belenggu kepicikan, mencerdaskan bangsa,</span><span> <em>sharing</em> </span><span>pengetahuan, dan sebagainya. Sehingga,</span><span> <em>sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui</em></span><span>. Sambil ber-</span><em><span>khidmah</span></em><span> </span><span>kepada ilmu, jikalau datang rezeki dari tulisan kita, ada sesuatu “akibat” atau “hasil” lain yang kita dapatkan dan nikmati sebagai</span><span> <em>berkah</em></span><span>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lebih elegan, bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jadi, apakah menulis bisa membuatmu kaya? Kenapa tidak? Setidaknya, kaya hati.</span><span> <em>Laisal ghinaa ‘an kasrotil aroodh, walaakinnal ghinaa’ ghinaa-un nafs</em></span><span>. Bukanlah yang dimaksud kaya itu adalah kaya akan harta, akan tetapi kaya yang sebenarnya itu tidak lain adalah kaya hati.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>***</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span>Keterangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Penulis : Bachtiar HS : http://bahtiarhs.blog.telkomspeedy.com<br />
Sumber gambar: <a href="http://fnoor.files.wordpress.com/">http://fnoor.files.wordpress.com</a> &amp; http://images.google.co.id<br />
Informasi lebih banyak bisa Anda dapatkan di:<br />
- http://sastrabelitong.multiply.com/<br />
- http://id.wikipedia.org/wiki/Habiburrahman_El_Shirazy</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<br />Posted in Motivasi Menulis  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asafrisno.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asafrisno.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asafrisno.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asafrisno.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asafrisno.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asafrisno.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asafrisno.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asafrisno.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asafrisno.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asafrisno.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asafrisno.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asafrisno.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asafrisno.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asafrisno.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=26&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/apakah-menulis-bisa-membuatmu-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d139566b2ed2337f29e3c8188584d51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">klaraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asafrisno.files.wordpress.com/2008/12/andrea-hirata.gif?w=48" medium="image">
			<media:title type="html">andrea-hirata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asafrisno.files.wordpress.com/2008/12/kang-abik-002.jpg?w=72" medium="image">
			<media:title type="html">kang-abik-002</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Test menulis</title>
		<link>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/test-menulis/</link>
		<comments>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/test-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 03:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klaraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asafrisno.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Test Posted in Tak Berkategori<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=18&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Test</p>
<br />Posted in Tak Berkategori  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asafrisno.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asafrisno.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asafrisno.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asafrisno.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asafrisno.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asafrisno.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asafrisno.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asafrisno.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asafrisno.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asafrisno.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asafrisno.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asafrisno.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asafrisno.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asafrisno.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=18&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/test-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d139566b2ed2337f29e3c8188584d51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">klaraz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/Halo-Dunia/</link>
		<comments>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/Halo-Dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 02:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klaraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging! Posted in Tak Berkategori<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=1&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />Posted in Tak Berkategori  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asafrisno.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asafrisno.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asafrisno.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asafrisno.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asafrisno.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asafrisno.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asafrisno.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asafrisno.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asafrisno.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asafrisno.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asafrisno.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asafrisno.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asafrisno.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asafrisno.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asafrisno.wordpress.com&amp;blog=5944876&amp;post=1&amp;subd=asafrisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asafrisno.wordpress.com/2008/12/24/Halo-Dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d139566b2ed2337f29e3c8188584d51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">klaraz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
