Kalau kita lihat diri kita, kadang kita bertanya “Siapa sih saya ini ?”, “Apa saja kemampuan yang saya miliki?”, dan “Sudah sejauh mana kita pergunakan kemampuan kita?” dimana semuanya itu kadang kita sendiri bingung untuk menjawabnya.
Saya sendiri merasakan bahwa pertanyaan-pertanyaan itu sepertinya gampang-gampang susah untuk menjawabnya, sehingga saya mencoba mengidentifikasi jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut.
Tentunya identifikasi tersebut harus kita catat alias ditulis karena apabila tidak ditulis tentunya kita bisa lupa atau tercecer dimana-mana, karena sebenarnya kita tahu bahwa kapasitas memori kita atau otak kita sangatlah terbatas.
Dari catatan-catatan itulah baru kita bisa pahami dan menjawab setiap pertanyaan di atas.
Disisi lain, saat kita habis membaca suatu artikel, koran, buku bahkan browsing di internet, sering kejadiannya adalah sehabis baca kita melupakan bahan bacaan tersebut, lagi-lagi karena memang kapasitas memori kita yang memang terbatas.
Sebagai tambahan acuan Asma Nadia (dalam blognya : http://anadia.multiply.com) menulis lima alasan kenapa kita harus menulis (resensi), yaitu :
- Sebagai upaya mengikat makna. Dengan menulis kamu mengikat apa yang kamu baca. Dengan mengikatnya maka kamu tidak akan cepat lupa pada hal2 yang mungkin baik yang ada di buku itu.
- Menulis resensi juga merupakan latihan yang baik untuk mengapresiasi sebuah tulisan, dengan elemen-elemennya. Resensi tentu saja bukan sekumpulan pujian terhadap satu buku. Resensi boleh saja merupakan deretan kritikanterhadap buku itu. Sah-sah saja. Tapi dengan meresensinya maka kamu akan memikirkan baik buruknya buku yang kamu baca, dengan lebih dalam. Yang pada berikutnya akan memberimu masukan secara pribadi, kekurangan2 penulis yang tidak boleh dibiarkan ada pada tulisanmu nanti, maupun mencoba mengambil kelebihan2 si penulis, agar juga menjadi milikmu. Khususnya jika kamu ingin menjadi seorang penulis.
- Menulis resensi seperti juga diary, surat pembaca, atau blogging, merupakan latihan yang sangat baik untuk menulis. Dengan menulis resensi kamu belajar mengungkapkan gagasan dengan lebih baik.
- Menulis resensi, juga membantumu mengingat buku-buku apa yang telah kamu baca. Daripada sekadar membaca, toh kamu sudah membeli buku itu, kenapa tidak sekalian menulis apa kesanmu, apa yang bisa kamu ambil, apa protesmu tentang buku itu. Ini bisa jadi cara baik untuk mengajak temanmu yang lain membaca. Apalagi kalau diam-diam kamu punya koleksi resensi dari semua buku yang kamu baca.
- Menulis resensi juga bisa pembelajaran untuk bernalar dalam mentranskripsi teks yang sangat luas ke dalam teks lebih ringkas dengan mengembangkan analisis prioritas terhadap teks yang akan diresensi. Dengan demikian, kecerdasan otak kanan juga lebih terasah.
Semoga bermanfaat !!!
